ACARA PERTEMUAN PEMANTAPAN
PENERAPAN METODE PENGAMATAN
OPT TANAMAN PANGAN
DI HOTEL DRAGON INN TANGGAL
19 s/d 21 MEI 2014
Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi
Tenggara menyelenggarakan Pertemuan Pemantapan Penerapan Metode Pengamatan OPT Tanaman
Pangan bagi petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan- Pengamat Hama
Penyakit (POPT-PHP) se-Sulawesi Tenggara dengan pelaksana kegiatan ibu Setia
Ningsih Mangidi, STP selaku Kepala UPTD-BPTPH Provinsi Sulawesi Tenggara. Acara
yang akan berlangsung selama 3(tiga) hari ini, dibuka secara resmi oleh Kepala
Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, bapak Ir.H. Muhammad
Nasir, MS. pada tanggal 19 Mei 2014 di Hotel Dragon Inn - Kendari.
I. Perlunya komitmen bersama dari seluruh
elemen untuk meningkatkan produksi tanaman pangan khususnya padi, dari semula
rata-rata hanya 4,2 ton/hektar menjadi minimal 5,0 ton/hektar
II. Khusus petugas lapangan, ada 3 hal penting
yang patut untuk diketahui dan dilaksanakan, yaitu:
1. Petugas perlindungan wajib mengenal Hama dan
Penyakit Tanaman termasuk gejala serangannya pada areal pertanaman sehingga dapat
memudahkan tindakan pengendaliannya.
2. Petugas wajib untuk melaporkan kondisi real
dilapangan.
3. Melakukan tindakan antisipasi terhadap Dampak
Perubahan Iklim.
III. Terkait dengan adanya perubahan iklim di
Sulawesi Tenggara, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan telah menginstruksikan
kepada seluruh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota untuk mewaspadai dampak
yang akan ditimbulkannya, termasuk antisipasi keberadaan Hama dan Penyakit yang
akan timbul di areal pertanaman.
Pada akhir sambutannya, kepala Dinas Pertanian
mengapresiasi beberapa wilayah yang mampu mencapai bahkan melampaui target
produktivitas padi. Salah satunya adalah Ladongi yang mampu menyentuh angka 7
Ton/Hektar Padi (Ubinan). Hal ini dapat tercapai karena adanya dukungan dari
berbagai stake holder terkait khususnya Petugas POPT-PHP yang secara intensif melakukan
pengawalan produksi dari gangguan OPT dan DPI dilapangan.