Selasa, 04 November 2014


ACARA PERTEMUAN PEMANTAPAN

PENERAPAN METODE PENGAMATAN OPT TANAMAN PANGAN

DI HOTEL DRAGON INN TANGGAL 19 s/d 21 MEI 2014




Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Pertemuan Pemantapan Penerapan Metode Pengamatan OPT Tanaman Pangan bagi petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan- Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP) se-Sulawesi Tenggara dengan pelaksana kegiatan ibu Setia Ningsih Mangidi, STP selaku Kepala UPTD-BPTPH Provinsi Sulawesi Tenggara. Acara yang akan berlangsung selama 3(tiga) hari ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, bapak Ir.H. Muhammad Nasir, MS. pada tanggal 19 Mei 2014 di Hotel Dragon Inn - Kendari.

 Pada acara tersebut, bapak Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan memberikan sambutan sekaligus beberapa point penting yang akan menjadi perhatian khusus bagi seluruh jajaran perlindungan tanaman pangan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Point-ponit penting tersebut antara lain:

I.   Perlunya komitmen bersama dari seluruh elemen untuk meningkatkan produksi tanaman pangan khususnya padi, dari semula rata-rata hanya 4,2 ton/hektar menjadi minimal 5,0 ton/hektar

II.  Khusus petugas lapangan, ada 3 hal penting yang patut untuk diketahui dan dilaksanakan, yaitu:
1. Petugas perlindungan wajib mengenal Hama dan Penyakit Tanaman termasuk gejala serangannya pada areal pertanaman sehingga dapat memudahkan tindakan pengendaliannya.
2.  Petugas wajib untuk melaporkan kondisi real dilapangan.
3.  Melakukan tindakan antisipasi terhadap Dampak Perubahan Iklim.

III. Terkait dengan adanya perubahan iklim di Sulawesi Tenggara, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota untuk mewaspadai dampak yang akan ditimbulkannya, termasuk antisipasi keberadaan Hama dan Penyakit yang akan timbul di areal pertanaman.

Pada akhir sambutannya, kepala Dinas Pertanian mengapresiasi beberapa wilayah yang mampu mencapai bahkan melampaui target produktivitas padi. Salah satunya adalah Ladongi yang mampu menyentuh angka 7 Ton/Hektar Padi (Ubinan). Hal ini dapat tercapai karena adanya dukungan dari berbagai stake holder terkait khususnya Petugas POPT-PHP yang secara intensif melakukan pengawalan produksi dari gangguan OPT dan DPI dilapangan.
 DOKUMENTASI PERTEMUAN PEMANTAPAN METODE PENGAMATAN OPT PADA TANAMAN PANGAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN ANGGARAN 2014








Suci Ayu P. sebagai Pembawa Acara


Ny. Henny Semuel saat menjadi Derigen 

Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan bersama Ibu Kepala BPTPH 
saat menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Ibu Kepala BPTPH membawakan laporan pelaksanaan kegiatan

Kepala Dinas (Ir.H.Muhammad Nasir, MS) saat membuka acara 
sekaligus menjadi Narasumber pertemuan



H.Tambaru, SP., M.Si (PHP Kec. Ladongi) saat membacakan doa

Photo bersama Kepala Dinas

Photo bersama Kepala Dinas

Marwata (PHP Kec. Anddolo) saat memberikan pertanyaan

Ibu Kepala Balai saat evaluasi











Semuel P. Lewi, SP (POPT Ahli) saat menjadi Narasumber


Ir.Hj. Adriani (POPT Madya) saat menjadi Narasumber